[FANFIC] Hello Goodbye

Gyaaaaa akhirnya selesai juga nulis FF ini XD ini FF Infinite pertamaku! Sebelumnya hampir post ff 2pm tapi nggak jadi, ff FT Island juga macat. Semoga yang ini nggak macet ya :’)
Sorry I post in Bahasa because actually I want to wrote in english and post in asianfanfics too. But I just started it with Bahasa and I’m too lazy to rewrite it in english~_~ I’ll post different story which still linked with this story but after I finished this story 😀

=================


Author: DF_HanMY
Judul: Hello Goodbye
Main Cast: Han _____ (you), Kim Myungsoo (INFINITE)
Other Cast:  Other Infinite Member
Genre: Romance(?), Friendship
Length: Oneshoot
Rating/Pairing : G/Straight
Disclaimer: All of the cast aren’t mine but, the story is mine. I do own this story, so please don’t copy paste without any credits.

Di sebuah taman di kota Seoul, anak-anak kecil bermain dengan bebasnya sedangkan orang tua mereka mengobrol sembari mengawasi anak ananknya. Di pojok taman terlihat dua orang ibu yang sedang mengobrol. Salah satu dari mereka menggandeng seorang gadis kecil berumur sekitar 3 tahun. Di dekatnya terdapat sebuah pohon rindang dimana terdapat kursi taman di bawahnya. Di samping pohon terlihat seorang anak laki-laki yang sedang mencari sesuatu dia dekat pohon dan semak.
“Myungsoo kemari sebentar!” Panggil salah satu ibu yang tidak menggandeng anak kepada anak kecil yang sedang di dekat pohon. Anak kecil yang bernama Myungsoo pun menghentikan pencariannya dan menghapiri ibunya. Dia hanya menatap ibunya kemudian menatap ibu dan ank yang ada di depannya.
“Ini tetangga baru kita yang tinggal di samping rumah. Nyonya Han, ini anak saya Myungsoo. Myungsoo ayo ucapkan salam pada Nyonya Han dan anaknya,” ujar sang ibu.
“Annyeonghaseyo~ Kim Myungsoo imnida,” Myungsoo memberi salam sambil membungkukkan badannya.
“Aigoo~ lucunya Nyonya Kim. Ayo Minyoung, beri salam pada Myungsoo.”
“Annyeonghaseyo~ Han _____ imnida,” gadis kecil itu juga memberi salam sambil membungkukkan badannya.
“Waa manis sekali~ Ya sudah Myungsoo, bermainlah bersama ______. Eomma dan Nyonya Han akan beli popcorn buat kalian, kalian mau kan?” kedua anak kecil itu menganggukkan kepalanya dengan mantab. Kedua ibu itu pun meninggalkan mereka menuju ke salah satu stand yang ada di taman.
“Ayo kita main ayunan disana!” ajak Myungsoo sambil berjalan setengah berlari ke arah ayunan.
“Eung,” ______ pun mengikuti Myungsoo untuk bermain ayunan.
=======#%&^^%%#%#=======
13 tahun kemudian
“Ya Myungsoo! Kim Myungsoo!” teriak seorang gadis sambil setengah berlari kearah laki-laki bernama Myungsoo yang sedang berjalan agak jauh di depannya. Merasa dipanggil Myungsoo pun berhenti dan menengok ke belakang.
“Eo? ______?” Myungsoo terlihat heran bertemu _____ di jalan.
“Ya! Kenapa kamu ninggal, huh? Malah pulang duluan,” ujar ______ sambil memukul lengan ______.
“Ninggal? Bukannya  kamu bilang mau pergi sama Jieun?”
“Nggak jadi. Tiba-tiba Jieun nggak bisa dia di suruh jaga adiknya. Aku udah kirim pesan ke kamu ‘tunggu aku di gerbang’ tau. Eh ternyata malah ketemu kamu di sini.”
“Pesan? Aaa.. ponselku mati jadi aku nggak bisa buka pesanmu. Mian~ hehe.”
“Aish kamu ini. Aku udah nunggu di gerbang tau. Untung baru sebentar Jieun lewat dan bilang kalau kamu udah pulang.”
“Ehehe mian, aku kan juga nggak tahu.”
Mereka pun berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari tempat mereka bertemu. Beruntung bus mereka muncul tepat saat mereka sampai di halte.  10 menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan. Mereka pun turun dan berjalan menuju rumah mereka yang berjarak 1 blok dari halte.
‘F.T I.S.L.A.N.D let’s go!’ Ponsel _______ berdering. ______ pun segera membuka ponselnya. Dia tertawa kecil membaca pesan itu.
“Waeyo?” tanya Myungsoo yang dari tadi diam-diam memperhatikan Minyoung.
“Aigoo~ Bahkan anak sekolah lain pun bisa mengidolakanmu yang keras kepala itu. Aku yang bermain, berangkat sekolah, pulang sekolah, mengerjakan PR, belajar, sesekolah, bahkan sampai sekarang selalu sekelas denganmu saja nggak ngerti apa sisi bagusnya seorang Kim Myungsoo selain wajahmu yayang ya… aku akui cukup tampan. Tapi rambutmu yang berantakan itu sangat nggak mendukung!”
“Nggak ngerti apa nggak mau mengakui, huh?” ujar Myungsoo sambil tersenyum jail.
“Ckckck, jangan kepedean deh. Ah udah sampai, aku masuk dulu ya. Jangan lupa nanti malam nonton film di rumahku.”
Myungsoo mengacungkan kedua ibu jarinya sambil berjalan ke pintu rumahnya. _______ membalas dengan senyum dan juga berjalan menuju pintu rumahnya yang berada di seberang rumah Myungsoo.
=======#%&^^%%#%#=======
2 tahun kemudian
Saat itu pukul waktu menunjukan pukul 11 malam. Terlihat cahaya terang dari dalam ruang latihan di salah satu gedung di daerah Seoul. Di dalamnya terdapat 7 namja sedang berlating dance didampingi seorang choreographer yang duduk di belakang mereka. Mereka adalah Infinite, boygroup yang akan debut beberapa bulan lagi yang terdiri dari Kim Sunggyu, Jang Dongwoo, Nam Woohyun, Lee Howon, Lee Seungyeol, Kim Myungsoo, Dan Lee Sungjong. Setelah lagu mereka selesai sang choreographer itu pun berdiri sementara ketujuh namja itu duduk mengistirahatkan tubuhnya setelah ber jam-jam berlatih.
“Oke latihan hari ini selesai, kalian bisa pulang ke dorm. Besok kalian kuberi break. Manfaatkan waktu ini untuk menjernihkan pikiran kalian dan mengistirahatkan badan kalian agar saat debut nanti kalian bisa lebih segar atau sekedar bertemu orang tua. Kalian bisa mengambil ponsel kalian, aku akan meletakannya di sini,” ujar choreographer itu.
“Ne kamsahamnida,” jawab ketujuh namja itu.
“Baiklah saya pulang dulu ya,” choreographer itu pun membereskan barangnya serta mengeluarkan ponsel ketujuh namja tersebut yang di bawa oleh pihak manajemen agar mereka bisa fokus ke persiapan debut. Setelah selesai dia beranjak keluar ruangan sementara ketujuh namja itu berdiri dan membungkukkan badan. Setelah sang choreographer menghilang di balik pintu mereka kembali duduk.
“Omo~ akhirnya kita dapet break. Myungsoo aku mau minum,” ujar Sunggyu yang duduk di samping Myungsoo. Myungsoo yang memegang botol air mineral pun memberi air mineral itu kepada Sunggyu.
“Besok kita nggak ada schedule kan? You’re My Oppa masih lusa kan?” Tanya Suasana menjadi hening. Yang terdengar hanya suara nafas mereka yang masih tidak beraturan karena capek.
Myungsoo P.O.V
Dreeet dreeet’ terdengar suara ponsel yang bergetar di meja memecah keheningan malam. Aku yang paling dekat dengan meja pun reflek mengecek ponsel dan ternyata ponsel yang bergetar itu ponselku.
“Milikku,” ujarku kepada member lain sambil kembali duduk sementara yang lain berdiri mengambil ponsel mereka masng-masing untuk mengecek pesan atau yang lainnya. Ternyata ada 8 pesan masuk. Tetapi dari 8 pesan itu hanya ada 1 yang menurutku penting untuk dibalas. Pesan yang masuk sekitar 2 jam yang lalu.
From: Han ________ :))
Hei kepala batu! Apa besok kamu sibuk?
To: Han ________ :))
Tidak. Aku ada break besok. Wae? Bogopa(kangen)? 😛
            Kukira sahabatku dari kecil itu tidak akan membalas pesannya karena ini sudah larut malam. Tetapi ternyata 2 menit kemudian ada pesan masuk.
From: Han ________
Ne bogopa 😛 Apa kamu akan pulang? Ayo main!
            Aku reflek tersenyum mebaca pesan itu. Entah kenapa aku merasa senang. Ya mungkin namanya juga sahabat. Siapa sih yang nggak bahagia kalo sahabat sendiri ternyata kangen setelah nggak ketemu selama hampir setengah tahun?
            “Ya Myungsoo, kenapa kamu senyum-senyum sendiri. Aaaa pesan dari yeojachingu? Hahaha,” goda Seungyeol yang duduk di seberangku diikuti tawa kecil dari yang lainnya.
           
            “Aniya! Yeojachingu aniya! Eobseo.”
            “Geotjimal~ Baiklah bukan yeojachingu, tapi yeoja kan?” Sunggyu ikut menggoda Myungsoo.
            “Oke oke, yeoja.. tapi itu teman masa kecilku!” Aku membela diri.
            “Wa ini! Biasanya teman masa kecil itu..”  Seungyeol menghentikan kalimatnya dan malah tersenyum menggoda.
            “Falling in love~ hahaha” Woohyun menyelesaikan kalimat Seungyeol dengan nada setengah bernyayi.
            “Aaa molla! Terserah kalian mau bilang apa,” Aku memalingkan pandangan dari mereka semua, pura-pura marah. Member lain pun menanggapi dengan tertawa.
            ‘Dreeeeet.. Dreet..’ ponselku bergetar lagi.
            From: Han _______ :))
            Kepala batu! Kenapa kamu nggak bales?-..- Udah tidur?
            “Tuh kan gara-gara kalian aku jadi lupa balas pesan temanku!” gerutuku. Sunggyu yang duduk di sampingnya hanya tertawa kecil.
            To: Han ________ :))
            Mian tadi lagi ngobrol sama member lain jadi lupa bales, hehe. Iya mungkin aku bakal mampir rumah. Cuma 1 hari soalnya. Ayo! Aku jemput di rumahmu jam 9 ya?
            From: Han ________ :))
            Oke. Gidarilkke :))
            =======#%&^^%%#%#=======
            To: Han ________ :))
            Udah selesai? Gaja?
            From: Han ________ :))
            Ne, gaja! Aku akan turun :))
Myungsoo P.O.V -end-
Your P.O.V
            Aku pun turun setelah membalas pesan Myungsoo. Sudah hampir setengah tahun aku jarang bertemu dengannya. Sejak dia jadi ikut audisi di Woollim Entertaiment dan jadi trainee dia tinggal di dorm, kembali hanya saat event-event tertentu saja. Dan yah.. namanya juga trainee, hampir tidak ada waktu senggang. Bahkan pulang pun mungkin hanya seminggu sekali. Beberapa bulan grupnya yang bernama Infinite itu akan debut jadi dia benar-benar sibuk sekarang. Entah aku beruntung atau apa saat aku kirim pesan kepadanya dia ada waktu luang! Jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan. Sebenarnya saat ini dia bilang sedang di tengah schedule shooting salah satu acara TV yang kalau tidak salah berjudul You Are My Oppa yang akan tayang tidak lama setelah Infinite debut. Dan hari ini adalah hari ulang tahun Myungsoo! Aku sudah merencanakan sesuatu untuk dia.
           
            “Eomma aku pergi dulu!” begitu aku membuka pintu Myungsoo sudah ada di atas motornya. Dia tersenyum melihatku. Aigoo~ aku suka melihat senyumnya. Entah kenapa akhir-akhir ini aku menyadari senyumnya itu.. manis. Dan hampir setengah tahun tidak bertemu dengannya membuatku.. lega? Bahagia? Apapapun itu yang penting aku merasa senang bisa bersamanay lagi. Walaupun hanya sehari. Ya sehari.
“Gaja?” ujar Myungsoo. Aku pun mengangguk dan segera naik.
Your P.O.V -end-
            “Uwaaa, rasanya udah lama banget sejak terakhir kali kita main di sini, dan ini pertama kalinya kita akan main seharian sejak kamu jadi trainee!” ujar ______ begitu mereka memasuki Lotte World. Myungsoo hanya menatap _______ sambil tersenyum geli yang dibalas dengan tatapan heran oleh _______.
            “Wae?” tanya Myungsoo.
            “Apa kamu sakit?”
            “Aniyo,” sekarang Myungsoo juga menatap ______ heran.
            “Jadi kenapa kamu cuma diem senyum nggak kayak biasanya kalo kita ke sini? Biasanya kan kamu langsung heboh sendiri langsung ngajak naik ini itu makan ini itu.”
            “Aaaaa itu! Itu.. Aku lagi latihan.”
            “Ha? Latihan? Latihan apaan?”
            “Aku pernah cerita kan name stage ku L? Nah kamu juga tau kan L itu gimana? Ya itu imageku! That’s why.”
            “Aaa arasseo.. Tapi kan hari ini kita bakalan bersenang-senang. Kapan lagi kamu ada break sementara debut mu tinggal beberapa bulan lagi? Ayo jadilah Kim Myungsoo untukku dan kita bersenang-senang! Kali ini aku yang pilih wahana duluan!” _______ menarik Myungsoo ke salah satu wahana lalu melanjutkan ke berbagai wahana lainnya untuk melepas stres. Matahari semakin meninggi mereka pun makan di salah satu foodcourt. Sembari makan siang mereka bernostalgia mengingat saat pertama kali mereka ke Lotte World, berbagai kejadian konyol yang terjadi saat itu. Mereka juga bercerita saat-saat dimana tidak bersama. Myungsoo bercerita tentang member Infinite. Tentang bagaimana Sunggyu yang berusaha jadi leader yang baik, Sungjong yang suka latihan girl group dance sembunyi-sembunyi, Dongwoo yang unik dan sering menaikkan mood para member, Hoya yang sangat jago dancing, Woohyun yang sering bertanya “Apa aneh kalo aku melakukan aegyo seperti ini untuk fans?”, dan Seongyeol yang choding tapi kalau serius dia akan serius kecuali untuk mencairkan suasana.
“Myungsoo, lihat ini!” Myungsoo yang tertinggal di belakang menuju ke tempat ________.
“Mweo?” tanya Myungsoo setelah sampai di tempat _______.
“Boneka beruang itu, neomu gwiyeopda(so cute)! Beberapa hari lalu aku sama Jieun ke sini dan aku coba ambil boneka itu tapi kami sama-sama gagal. Nggak nyangka bonekanya masih.”
“Mau aku coba ambilin?”
“Eung!” ______ menjawab dengan semangat.
“Tapi kamu yang beli koinnya aku cuma ambil, oke?”
“Yes Sir!” ________ pun segera ke counter untuk membeli koin sementara Myungsoo tersenyum geli melihat tingkahnya. Setelah kembali sambil membawa 4 keping koin Myungsoo mulai mencoba keberuntungannya untuk mendapatkan boneka itu. Percobaan pertama, gagal. Percobaan kedua, gagal. Percobaan ketiga, HAMPIR! Ah mereka sampai heboh sendiri karenanya. Sampai akhirnya tinggal ada 1 koin, 1 harapan. Dan… YAP! Kim Myungsoo beruntung! Pada kesempatan terakhir akhirnya Myungsoo mendapatkan boneka itu.
“Kyaaaa! Daebak! You got it! Gomawo Kim Myungsoo! ” ________ spontan memeluk Myungsoo lalu loncat-loncat kegirangan.
Myungsoo dan _______ melanjutkan permainan merekaMatahari pun mulai menurun sampai akhirnya tenggelam. Mereka pun menuju ke area Magic Island untuk melihat pesta kembang api.
Myungsoo P.O.V
            “Uwaaaa yeppeuda~ Neomu yeppeo,” ujar _______ takjub. Refleks aku melihat ke arahnya. Aku tersenyum sendiri melihat ekspresi takjub nya. Gwiyeopda~(cute) pikirku. Betapa bahagianya dia melihat kembang api seperti belum pernah melihat pesta kembang api. Apa karena hampir setengah tahun aku tidak bertemu dengannya? Rasanya bahagia melihatnya bahagia seperti itu. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir melihatnya tersenyum bahagia seperti itu. Yah setengah tahun cukup lama bagiku, aku akui rasanya lega bisa melihat senyum nya lagi. Bisa menghabiskan waktu bersama dengannya lagi. Aku bahagia. Neomu haengbokhae(sangat bahagia). Ya, aku tau, aku mengakui, aku Kim Myungsoo menyukai Han _______. Aku tahu itu, aku tahu itu sejak awal jadi trainee. Tapi apa boleh buat, aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku dan aku tidak mau menghancurkan persahabatan kita. Setidaknya untuk saat ini bisa terus bersamanya walau dalam friend zone sudah cukup. Apa lagi sebentar lagi aku debut. Aku tidak ingin menimbulkan masalah di awal karirku.
            “Myungsoo? Kim Myungsoo!” _______ mencubit pipiku dan membuatku tersadar dari lamunanku.
            “Ya ya ya! Apeo(sakit)! Wae wae?!” aku mengusap pipiku.
            “Berhenti tersenyum sendiri sambil terus menatapku seperti orang aneh.”
            “Ya! Siapa yang menatapmu!” aku mulai salah tingkah.
            “Aish, tidak mau mengakui. Bahkan kamu nggak sadar kan kembang apinya sudah selesai?”
            “Aa.. Jinjja?” Aku melihat ke arah Magic Catle dimana kembang api tadinya diluncurkan. Dan ternyata memang kembang apinya sudah tidak ada. Aku melihat sekitar dan ternyata orang-orang sudah mulai membubarkan diri.
            “Jam berapa ini? Omo~ udah jam setengah 7! Jibe gaja(ayo pulang ke rumah) Myungsoo-ah!” sebelum sempat kujawab _______ sudah menarik lenganku.
            Di perjalanan pulang _______ tertidur di pundakku. Aku tahu menyangga kepala orang selama hampir setengah jam itu pegal, tapi ya udah sih itu kebahagiaan tersendiri(?). Baru 5 menit sejak kita naik bus dan dia sudah tertidur, anak ini benar-benar. Ya baiklah dia terlalu semangat hari ini, entah kapan terakhir kali aku lihat dia sesemangat ini. Biasanya aku yang lebih semangat dari dia menggeretnya kesana kemari memilih permainan. Ah ya aku ingat sesuatu! Hari ini ulang tahunku! Aigoo kenapa bahkan aku sendiri bisa lupa ya? Padahal tadi pagi sebelum pergi Eomma, Appa, dan adikku mengucapkan selamat ulang tahun. Member Infinite dan beberapa temanku yang lain juga mengirimiku pesan. Tapi kenapa anak satu ini yang mengahbiskan waktu seharian dengaku sama sekali tidak menyinggung tentang ulang tahunku? Bahkan sekarang dia tertidur dengan nyenyaknya. Kecewa? Yah rasa kecewa itu pasti ada kan?
Myungsoo P.O.V -end-
            “Bye bye Kim Myungsoo!” ucap ______ sambil berjalan ke pintu rumahnya sementara Myungsoo melambaikan tangan dan menuju pintu rumahnya juga.
Myungsoo P.O.V
5 menit kemudian…
From: Han _______ :))
Ayo ketemu di taman jam 9. Ada yang mau aku omongin.
Umm? Ada apa ini? Baru aja pisah tiba-tiba mau ketemu lagi?
            To: Han _______ :))
            Okay. Wae guraeyo?
            From: Han _______ :))
            Pokoknya ada sesuatu.
Aaa.. Apa dia mau mengejutkanku karena hari ini hari ulang tahunku? Aigoo anak ini. Ah aku jadi kepikir! Apa nanti setelahnya akumengungkapkan perasaanku saja? Okay why not? Semoga ini tidak menghancurkan persahabatan kita! Tapi… kenapa aku merasa ada sesuatu yang lain? Perasaanku tidak enak.
Myungsoo P.O.V -end-
            Seorang laki-laki duduk berayun pelan di ayunan sebuah taman dekat rumahnya, menunggu seseorang. Dia setengah melamun. Beberapa detik kemudian ia tersadar dari lamunannya dan melihat jam di ponselnya.
            “Jam 8.05, kenapa ______ belum muncul?” gumamnya, “baiklah mungkin mendadak tiba-tiba eommanya memintanya untuk melakukan sesuatu. Pasti sebentar lagi dia juga muncul. Pasti.”
            Tak lama kemudian dari belakang laki-laki itu muncul seorang gadis membawa sebuah cupcake dengan satu lilin di atasnya. Dia berjalan pelan dan hati-hati tanpa menimbulkan suara agar tidak di sadari laki-laki itu.
“Saengil chukhahamnida.. Saengil chukhahamnida.. Saranghaneun Kim Myungsoo.. Saengil chukhahamnida.. “ gadis itu mulai bernyanyi. Laki-laki yang ternyata Myungsoo itu menghentikan ayunannya dan menoleh ke arah gadis itu. Dia tersenyum sementara si gadis berdiri di sampingnya.
Mian sudah selarut ini baru ucapin selamat ulang tahun, tapi ini bagian dari rencanaku karena kita tadi jalan-jalan dulu. Ayo tiup lilinnya, jangan lupa buat permohonan,” pinta gadis itu. Myungsoo pun meniup lilin lalu cupcake itu diserahkan ke Myungsoo, “igeo(ini), aku buat sendiri lho.”
“Gomawo ______-ah~” ujar Myungsoo menerima cupcake sambil tersenyum ke gadis yang ternyata _______.
“Aah, satu lagi,” ______ mengambik sesuatu dari kantong celananya,”Ini hadiahmu.” _______ memberikan hadiahnya ke Myungsoo lalu duduk di ayunan sebelahnya.
“Ige mweoya? Gantungan ponsel?” tanya Myungsoo. _______ mengangguk.
“Kim.. Myung.. Soo,” gantungan ponsel itu dari flanel dan berupa tulisan 김명수 secara vertikal, “kau membuatnya sendiri?” lagi-lagi ______ hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Myungsoo yang kemudian menatap ke langit.
“Gomawo~” Myungsoo berterima kasih lagi tapi ______ hanya terdiam sambil menatap langit. Mereka berdua terdiam di tengah sepinya malam. Suara hewan malam dan gemerisik angin terdengar jelas. Sesekali suara klakson mobil dari kota terdengar.
“Myungsoo-ah~” tiba-tiba ______ mecah keheningan tapi tetap menatap langit.
“Eung?”
“Kapan ya kita bisa ngehabisin waktu bareng lagi?”
“Selama aku ada waktu luang, why not? Ya mungkin aku bakal sibuk habis debut promosi dan lain-lain. Tapi nggak mungkin selamanya sibuk kan? Aku pasti ngabarin deh kalau ada waktu.”
“Hajiman(tetapi)..” _______ menatap tanah sementara kakinya menggerakkan ayunan pelan maju mundur.
“Waeyo?” Myungsoo menatap ______ heran.
“Besok aku pindah..”
“Jadi pindah ke Busan?”
“Ani.. ke luar negeri. Appa ditugaskan ke luar negeri.”
Myungsoo P.O.V
“Ani.. ke luar negeri. Appa ditugaskan ke luar negeri.”
Mweoya? Ke luar negeri? Jadi aku nggak bisa ketemu dia lagi?! Aigoo~
“Aa… a.a.. jadi gitu,” jawabku setenang mungkin,”Eodi(Di mana)? Ilbon(Jepang)?”
“Ani.. Indonesia.”
Glek! Indonesia? Jauh, itu jauh banget.
“Berapa lama?”
“Molla~ 1 tahun? 2 tahun? 3 tahun? Aku kan hanya ikut Appa.”
“Eonje(kapan)?”
“Berangkat? Besok.”
“Besok ini?” tanyaku. _______ menjawab dengan anggukan. Aish aku tidak bisa mengantarnya ke bandara dan mengucapkan selamat tinggal.
“Gantungan ponsel itu,” ______ menunjuk gantungan ponsel yang kupegang, “sekaligus kenang-kenangan dariku. Jadi, awas ya jangan sampai hilang!” dia menatapku dengan tatapan setengah bercanda ‘kalau hilang kubunuh kau’. Aku hanya tersenyum melihatnya,”Ah dan jalan-jalan tadi juga hadiahku!”
“Kalau begitu boneka beruang yang tadi aku ambilkan untukmu, itu kenang-kenangan dariku. Okay?”
“Okay!” _______ mengacungkan ibu jarinya lalu menatap ke tanah lagi.
“Ya Han _______~”
“Wae?”
“Keep in touch okay?” aku menatapnya.
“Ya~ Tentu aja! We’re bestfriend, right? Lagi pula ada Kakao Talk. Kita tetep bisa ngobrol Kim Myungsoo-ssi~ Aigoo nggak usah seserius itu kayak kita nggak bakal ketemu lagi aja,” ______ tertawa melihat wajahku.
“Aa.. iya ya,” aku mengalihkan tatapanku ke tanah. Lalu aku teringat sesuatu,”ah iya. Mian, besok aku nggak bisa antar kamu ke bandara. Besok aku latihan dan shooting You’re My Oppa.”
“Gwaenchanha~” dia tersenyum. Itu mengingatkanku kemungkinan aku tidak akan bisa liat senyumnya lagi secara langsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Ah aku benci ini. Aku teringat rencanaku untuk menyatakan perasaan. Canceled. Aku mebatalkannya. Ya kalau dia juga menyukaiku dan nggak bakal muncul ‘awkward feeling’ dan nggak menghancurkan persahabatan kita. Aku tidak mau kita berpisah dan malah lost contact. Kalau dia masih di sini aku masih bisa bertemu dengannya. Kalau tidak? Tidak tidak, yang penting aku masih bisa ngobrol dengannya. Itu cukup.
Myungsoo P.O.V -end-
“Omo! Udah jam setengah 10!” _______ berdiri tiba-tiba dan membuyarkan lamunan Myungsoo.
“Ah? Eo? Jinjja?” Myungsoo menjawab setengah tergagap.
“Eung! Baiklah jibe gaja!” ______ membalikkan badan bersiap untuk kembali ketika tiba-tiba Myungsoo memeluknya dari belakang.
“Goodbye, see you soon, I will miss you,” ucap Myungsoo dengan lembut. _______ yang tadinya kaget pun akhirnya tersenyum.
“I will miss you too, Kim Myungsoo.”

============================================================

Gimana nasib Myungsoo sama “you”? Menurut kalian mereka bakal ketemu lagi? Maunya ada lanjutannya apa enggak?*emang ada yang baca? XD* Just wait and see! 😀
Thanks for read ya readers^^ 

[FANFIC] Hello Goodbye

Gyaaaaa akhirnya selesai juga nulis FF ini XD ini FF Infinite pertamaku! Sebelumnya hampir post ff 2pm tapi nggak jadi, ff FT Island juga macat. Semoga yang ini nggak macet ya :’)
Sorry I post in Bahasa because actually I want to wrote in english and post in asianfanfics too. But I just started it with Bahasa and I’m too lazy to rewrite it in english~_~ I’ll post different story which still linked with this story but after I finished this story 😀

=================


Author: DF_HanMY
Judul: Hello Goodbye
Main Cast: Han _____ (you), Kim Myungsoo (INFINITE)
Other Cast:  Other Infinite Member
Genre: Romance(?), Friendship
Length: Oneshoot
Rating/Pairing : G/Straight
Disclaimer: All of the cast aren’t mine but, the story is mine. I do own this story, so please don’t copy paste without any credits.

Di sebuah taman di kota Seoul, anak-anak kecil bermain dengan bebasnya sedangkan orang tua mereka mengobrol sembari mengawasi anak ananknya. Di pojok taman terlihat dua orang ibu yang sedang mengobrol. Salah satu dari mereka menggandeng seorang gadis kecil berumur sekitar 3 tahun. Di dekatnya terdapat sebuah pohon rindang dimana terdapat kursi taman di bawahnya. Di samping pohon terlihat seorang anak laki-laki yang sedang mencari sesuatu dia dekat pohon dan semak.
“Myungsoo kemari sebentar!” Panggil salah satu ibu yang tidak menggandeng anak kepada anak kecil yang sedang di dekat pohon. Anak kecil yang bernama Myungsoo pun menghentikan pencariannya dan menghapiri ibunya. Dia hanya menatap ibunya kemudian menatap ibu dan ank yang ada di depannya.
“Ini tetangga baru kita yang tinggal di samping rumah. Nyonya Han, ini anak saya Myungsoo. Myungsoo ayo ucapkan salam pada Nyonya Han dan anaknya,” ujar sang ibu.
“Annyeonghaseyo~ Kim Myungsoo imnida,” Myungsoo memberi salam sambil membungkukkan badannya.
“Aigoo~ lucunya Nyonya Kim. Ayo Minyoung, beri salam pada Myungsoo.”
“Annyeonghaseyo~ Han _____ imnida,” gadis kecil itu juga memberi salam sambil membungkukkan badannya.
“Waa manis sekali~ Ya sudah Myungsoo, bermainlah bersama ______. Eomma dan Nyonya Han akan beli popcorn buat kalian, kalian mau kan?” kedua anak kecil itu menganggukkan kepalanya dengan mantab. Kedua ibu itu pun meninggalkan mereka menuju ke salah satu stand yang ada di taman.
“Ayo kita main ayunan disana!” ajak Myungsoo sambil berjalan setengah berlari ke arah ayunan.
“Eung,” ______ pun mengikuti Myungsoo untuk bermain ayunan.
=======#%&^^%%#%#=======
13 tahun kemudian
“Ya Myungsoo! Kim Myungsoo!” teriak seorang gadis sambil setengah berlari kearah laki-laki bernama Myungsoo yang sedang berjalan agak jauh di depannya. Merasa dipanggil Myungsoo pun berhenti dan menengok ke belakang.
“Eo? ______?” Myungsoo terlihat heran bertemu _____ di jalan.
“Ya! Kenapa kamu ninggal, huh? Malah pulang duluan,” ujar ______ sambil memukul lengan ______.
“Ninggal? Bukannya  kamu bilang mau pergi sama Jieun?”
“Nggak jadi. Tiba-tiba Jieun nggak bisa dia di suruh jaga adiknya. Aku udah kirim pesan ke kamu ‘tunggu aku di gerbang’ tau. Eh ternyata malah ketemu kamu di sini.”
“Pesan? Aaa.. ponselku mati jadi aku nggak bisa buka pesanmu. Mian~ hehe.”
“Aish kamu ini. Aku udah nunggu di gerbang tau. Untung baru sebentar Jieun lewat dan bilang kalau kamu udah pulang.”
“Ehehe mian, aku kan juga nggak tahu.”
Mereka pun berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari tempat mereka bertemu. Beruntung bus mereka muncul tepat saat mereka sampai di halte.  10 menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan. Mereka pun turun dan berjalan menuju rumah mereka yang berjarak 1 blok dari halte.
‘F.T I.S.L.A.N.D let’s go!’ Ponsel _______ berdering. ______ pun segera membuka ponselnya. Dia tertawa kecil membaca pesan itu.
“Waeyo?” tanya Myungsoo yang dari tadi diam-diam memperhatikan Minyoung.
“Aigoo~ Bahkan anak sekolah lain pun bisa mengidolakanmu yang keras kepala itu. Aku yang bermain, berangkat sekolah, pulang sekolah, mengerjakan PR, belajar, sesekolah, bahkan sampai sekarang selalu sekelas denganmu saja nggak ngerti apa sisi bagusnya seorang Kim Myungsoo selain wajahmu yayang ya… aku akui cukup tampan. Tapi rambutmu yang berantakan itu sangat nggak mendukung!”
“Nggak ngerti apa nggak mau mengakui, huh?” ujar Myungsoo sambil tersenyum jail.
“Ckckck, jangan kepedean deh. Ah udah sampai, aku masuk dulu ya. Jangan lupa nanti malam nonton film di rumahku.”
Myungsoo mengacungkan kedua ibu jarinya sambil berjalan ke pintu rumahnya. _______ membalas dengan senyum dan juga berjalan menuju pintu rumahnya yang berada di seberang rumah Myungsoo.
=======#%&^^%%#%#=======
2 tahun kemudian
Saat itu pukul waktu menunjukan pukul 11 malam. Terlihat cahaya terang dari dalam ruang latihan di salah satu gedung di daerah Seoul. Di dalamnya terdapat 7 namja sedang berlating dance didampingi seorang choreographer yang duduk di belakang mereka. Mereka adalah Infinite, boygroup yang akan debut beberapa bulan lagi yang terdiri dari Kim Sunggyu, Jang Dongwoo, Nam Woohyun, Lee Howon, Lee Seungyeol, Kim Myungsoo, Dan Lee Sungjong. Setelah lagu mereka selesai sang choreographer itu pun berdiri sementara ketujuh namja itu duduk mengistirahatkan tubuhnya setelah ber jam-jam berlatih.
“Oke latihan hari ini selesai, kalian bisa pulang ke dorm. Besok kalian kuberi break. Manfaatkan waktu ini untuk menjernihkan pikiran kalian dan mengistirahatkan badan kalian agar saat debut nanti kalian bisa lebih segar atau sekedar bertemu orang tua. Kalian bisa mengambil ponsel kalian, aku akan meletakannya di sini,” ujar choreographer itu.
“Ne kamsahamnida,” jawab ketujuh namja itu.
“Baiklah saya pulang dulu ya,” choreographer itu pun membereskan barangnya serta mengeluarkan ponsel ketujuh namja tersebut yang di bawa oleh pihak manajemen agar mereka bisa fokus ke persiapan debut. Setelah selesai dia beranjak keluar ruangan sementara ketujuh namja itu berdiri dan membungkukkan badan. Setelah sang choreographer menghilang di balik pintu mereka kembali duduk.
“Omo~ akhirnya kita dapet break. Myungsoo aku mau minum,” ujar Sunggyu yang duduk di samping Myungsoo. Myungsoo yang memegang botol air mineral pun memberi air mineral itu kepada Sunggyu.
“Besok kita nggak ada schedule kan? You’re My Oppa masih lusa kan?” Tanya Suasana menjadi hening. Yang terdengar hanya suara nafas mereka yang masih tidak beraturan karena capek.
Myungsoo P.O.V
Dreeet dreeet’ terdengar suara ponsel yang bergetar di meja memecah keheningan malam. Aku yang paling dekat dengan meja pun reflek mengecek ponsel dan ternyata ponsel yang bergetar itu ponselku.
“Milikku,” ujarku kepada member lain sambil kembali duduk sementara yang lain berdiri mengambil ponsel mereka masng-masing untuk mengecek pesan atau yang lainnya. Ternyata ada 8 pesan masuk. Tetapi dari 8 pesan itu hanya ada 1 yang menurutku penting untuk dibalas. Pesan yang masuk sekitar 2 jam yang lalu.
From: Han ________ :))
Hei kepala batu! Apa besok kamu sibuk?
To: Han ________ :))
Tidak. Aku ada break besok. Wae? Bogopa(kangen)? 😛
            Kukira sahabatku dari kecil itu tidak akan membalas pesannya karena ini sudah larut malam. Tetapi ternyata 2 menit kemudian ada pesan masuk.
From: Han ________
Ne bogopa 😛 Apa kamu akan pulang? Ayo main!
            Aku reflek tersenyum mebaca pesan itu. Entah kenapa aku merasa senang. Ya mungkin namanya juga sahabat. Siapa sih yang nggak bahagia kalo sahabat sendiri ternyata kangen setelah nggak ketemu selama hampir setengah tahun?
            “Ya Myungsoo, kenapa kamu senyum-senyum sendiri. Aaaa pesan dari yeojachingu? Hahaha,” goda Seungyeol yang duduk di seberangku diikuti tawa kecil dari yang lainnya.
           
            “Aniya! Yeojachingu aniya! Eobseo.”
            “Geotjimal~ Baiklah bukan yeojachingu, tapi yeoja kan?” Sunggyu ikut menggoda Myungsoo.
            “Oke oke, yeoja.. tapi itu teman masa kecilku!” Aku membela diri.
            “Wa ini! Biasanya teman masa kecil itu..”  Seungyeol menghentikan kalimatnya dan malah tersenyum menggoda.
            “Falling in love~ hahaha” Woohyun menyelesaikan kalimat Seungyeol dengan nada setengah bernyayi.
            “Aaa molla! Terserah kalian mau bilang apa,” Aku memalingkan pandangan dari mereka semua, pura-pura marah. Member lain pun menanggapi dengan tertawa.
            ‘Dreeeeet.. Dreet..’ ponselku bergetar lagi.
            From: Han _______ :))
            Kepala batu! Kenapa kamu nggak bales?-..- Udah tidur?
            “Tuh kan gara-gara kalian aku jadi lupa balas pesan temanku!” gerutuku. Sunggyu yang duduk di sampingnya hanya tertawa kecil.
            To: Han ________ :))
            Mian tadi lagi ngobrol sama member lain jadi lupa bales, hehe. Iya mungkin aku bakal mampir rumah. Cuma 1 hari soalnya. Ayo! Aku jemput di rumahmu jam 9 ya?
            From: Han ________ :))
            Oke. Gidarilkke :))
            =======#%&^^%%#%#=======
            To: Han ________ :))
            Udah selesai? Gaja?
            From: Han ________ :))
            Ne, gaja! Aku akan turun :))
Myungsoo P.O.V -end-
Your P.O.V
            Aku pun turun setelah membalas pesan Myungsoo. Sudah hampir setengah tahun aku jarang bertemu dengannya. Sejak dia jadi ikut audisi di Woollim Entertaiment dan jadi trainee dia tinggal di dorm, kembali hanya saat event-event tertentu saja. Dan yah.. namanya juga trainee, hampir tidak ada waktu senggang. Bahkan pulang pun mungkin hanya seminggu sekali. Beberapa bulan grupnya yang bernama Infinite itu akan debut jadi dia benar-benar sibuk sekarang. Entah aku beruntung atau apa saat aku kirim pesan kepadanya dia ada waktu luang! Jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan. Sebenarnya saat ini dia bilang sedang di tengah schedule shooting salah satu acara TV yang kalau tidak salah berjudul You Are My Oppa yang akan tayang tidak lama setelah Infinite debut. Dan hari ini adalah hari ulang tahun Myungsoo! Aku sudah merencanakan sesuatu untuk dia.
           
            “Eomma aku pergi dulu!” begitu aku membuka pintu Myungsoo sudah ada di atas motornya. Dia tersenyum melihatku. Aigoo~ aku suka melihat senyumnya. Entah kenapa akhir-akhir ini aku menyadari senyumnya itu.. manis. Dan hampir setengah tahun tidak bertemu dengannya membuatku.. lega? Bahagia? Apapapun itu yang penting aku merasa senang bisa bersamanay lagi. Walaupun hanya sehari. Ya sehari.
“Gaja?” ujar Myungsoo. Aku pun mengangguk dan segera naik.
Your P.O.V -end-
            “Uwaaa, rasanya udah lama banget sejak terakhir kali kita main di sini, dan ini pertama kalinya kita akan main seharian sejak kamu jadi trainee!” ujar ______ begitu mereka memasuki Lotte World. Myungsoo hanya menatap _______ sambil tersenyum geli yang dibalas dengan tatapan heran oleh _______.
            “Wae?” tanya Myungsoo.
            “Apa kamu sakit?”
            “Aniyo,” sekarang Myungsoo juga menatap ______ heran.
            “Jadi kenapa kamu cuma diem senyum nggak kayak biasanya kalo kita ke sini? Biasanya kan kamu langsung heboh sendiri langsung ngajak naik ini itu makan ini itu.”
            “Aaaaa itu! Itu.. Aku lagi latihan.”
            “Ha? Latihan? Latihan apaan?”
            “Aku pernah cerita kan name stage ku L? Nah kamu juga tau kan L itu gimana? Ya itu imageku! That’s why.”
            “Aaa arasseo.. Tapi kan hari ini kita bakalan bersenang-senang. Kapan lagi kamu ada break sementara debut mu tinggal beberapa bulan lagi? Ayo jadilah Kim Myungsoo untukku dan kita bersenang-senang! Kali ini aku yang pilih wahana duluan!” _______ menarik Myungsoo ke salah satu wahana lalu melanjutkan ke berbagai wahana lainnya untuk melepas stres. Matahari semakin meninggi mereka pun makan di salah satu foodcourt. Sembari makan siang mereka bernostalgia mengingat saat pertama kali mereka ke Lotte World, berbagai kejadian konyol yang terjadi saat itu. Mereka juga bercerita saat-saat dimana tidak bersama. Myungsoo bercerita tentang member Infinite. Tentang bagaimana Sunggyu yang berusaha jadi leader yang baik, Sungjong yang suka latihan girl group dance sembunyi-sembunyi, Dongwoo yang unik dan sering menaikkan mood para member, Hoya yang sangat jago dancing, Woohyun yang sering bertanya “Apa aneh kalo aku melakukan aegyo seperti ini untuk fans?”, dan Seongyeol yang choding tapi kalau serius dia akan serius kecuali untuk mencairkan suasana.
“Myungsoo, lihat ini!” Myungsoo yang tertinggal di belakang menuju ke tempat ________.
“Mweo?” tanya Myungsoo setelah sampai di tempat _______.
“Boneka beruang itu, neomu gwiyeopda(so cute)! Beberapa hari lalu aku sama Jieun ke sini dan aku coba ambil boneka itu tapi kami sama-sama gagal. Nggak nyangka bonekanya masih.”
“Mau aku coba ambilin?”
“Eung!” ______ menjawab dengan semangat.
“Tapi kamu yang beli koinnya aku cuma ambil, oke?”
“Yes Sir!” ________ pun segera ke counter untuk membeli koin sementara Myungsoo tersenyum geli melihat tingkahnya. Setelah kembali sambil membawa 4 keping koin Myungsoo mulai mencoba keberuntungannya untuk mendapatkan boneka itu. Percobaan pertama, gagal. Percobaan kedua, gagal. Percobaan ketiga, HAMPIR! Ah mereka sampai heboh sendiri karenanya. Sampai akhirnya tinggal ada 1 koin, 1 harapan. Dan… YAP! Kim Myungsoo beruntung! Pada kesempatan terakhir akhirnya Myungsoo mendapatkan boneka itu.
“Kyaaaa! Daebak! You got it! Gomawo Kim Myungsoo! ” ________ spontan memeluk Myungsoo lalu loncat-loncat kegirangan.
Myungsoo dan _______ melanjutkan permainan merekaMatahari pun mulai menurun sampai akhirnya tenggelam. Mereka pun menuju ke area Magic Island untuk melihat pesta kembang api.
Myungsoo P.O.V
            “Uwaaaa yeppeuda~ Neomu yeppeo,” ujar _______ takjub. Refleks aku melihat ke arahnya. Aku tersenyum sendiri melihat ekspresi takjub nya. Gwiyeopda~(cute) pikirku. Betapa bahagianya dia melihat kembang api seperti belum pernah melihat pesta kembang api. Apa karena hampir setengah tahun aku tidak bertemu dengannya? Rasanya bahagia melihatnya bahagia seperti itu. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir melihatnya tersenyum bahagia seperti itu. Yah setengah tahun cukup lama bagiku, aku akui rasanya lega bisa melihat senyum nya lagi. Bisa menghabiskan waktu bersama dengannya lagi. Aku bahagia. Neomu haengbokhae(sangat bahagia). Ya, aku tau, aku mengakui, aku Kim Myungsoo menyukai Han _______. Aku tahu itu, aku tahu itu sejak awal jadi trainee. Tapi apa boleh buat, aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku dan aku tidak mau menghancurkan persahabatan kita. Setidaknya untuk saat ini bisa terus bersamanya walau dalam friend zone sudah cukup. Apa lagi sebentar lagi aku debut. Aku tidak ingin menimbulkan masalah di awal karirku.
            “Myungsoo? Kim Myungsoo!” _______ mencubit pipiku dan membuatku tersadar dari lamunanku.
            “Ya ya ya! Apeo(sakit)! Wae wae?!” aku mengusap pipiku.
            “Berhenti tersenyum sendiri sambil terus menatapku seperti orang aneh.”
            “Ya! Siapa yang menatapmu!” aku mulai salah tingkah.
            “Aish, tidak mau mengakui. Bahkan kamu nggak sadar kan kembang apinya sudah selesai?”
            “Aa.. Jinjja?” Aku melihat ke arah Magic Catle dimana kembang api tadinya diluncurkan. Dan ternyata memang kembang apinya sudah tidak ada. Aku melihat sekitar dan ternyata orang-orang sudah mulai membubarkan diri.
            “Jam berapa ini? Omo~ udah jam setengah 7! Jibe gaja(ayo pulang ke rumah) Myungsoo-ah!” sebelum sempat kujawab _______ sudah menarik lenganku.
            Di perjalanan pulang _______ tertidur di pundakku. Aku tahu menyangga kepala orang selama hampir setengah jam itu pegal, tapi ya udah sih itu kebahagiaan tersendiri(?). Baru 5 menit sejak kita naik bus dan dia sudah tertidur, anak ini benar-benar. Ya baiklah dia terlalu semangat hari ini, entah kapan terakhir kali aku lihat dia sesemangat ini. Biasanya aku yang lebih semangat dari dia menggeretnya kesana kemari memilih permainan. Ah ya aku ingat sesuatu! Hari ini ulang tahunku! Aigoo kenapa bahkan aku sendiri bisa lupa ya? Padahal tadi pagi sebelum pergi Eomma, Appa, dan adikku mengucapkan selamat ulang tahun. Member Infinite dan beberapa temanku yang lain juga mengirimiku pesan. Tapi kenapa anak satu ini yang mengahbiskan waktu seharian dengaku sama sekali tidak menyinggung tentang ulang tahunku? Bahkan sekarang dia tertidur dengan nyenyaknya. Kecewa? Yah rasa kecewa itu pasti ada kan?
Myungsoo P.O.V -end-
            “Bye bye Kim Myungsoo!” ucap ______ sambil berjalan ke pintu rumahnya sementara Myungsoo melambaikan tangan dan menuju pintu rumahnya juga.
Myungsoo P.O.V
5 menit kemudian…
From: Han _______ :))
Ayo ketemu di taman jam 9. Ada yang mau aku omongin.
Umm? Ada apa ini? Baru aja pisah tiba-tiba mau ketemu lagi?
            To: Han _______ :))
            Okay. Wae guraeyo?
            From: Han _______ :))
            Pokoknya ada sesuatu.
Aaa.. Apa dia mau mengejutkanku karena hari ini hari ulang tahunku? Aigoo anak ini. Ah aku jadi kepikir! Apa nanti setelahnya akumengungkapkan perasaanku saja? Okay why not? Semoga ini tidak menghancurkan persahabatan kita! Tapi… kenapa aku merasa ada sesuatu yang lain? Perasaanku tidak enak.
Myungsoo P.O.V -end-
            Seorang laki-laki duduk berayun pelan di ayunan sebuah taman dekat rumahnya, menunggu seseorang. Dia setengah melamun. Beberapa detik kemudian ia tersadar dari lamunannya dan melihat jam di ponselnya.
            “Jam 8.05, kenapa ______ belum muncul?” gumamnya, “baiklah mungkin mendadak tiba-tiba eommanya memintanya untuk melakukan sesuatu. Pasti sebentar lagi dia juga muncul. Pasti.”
            Tak lama kemudian dari belakang laki-laki itu muncul seorang gadis membawa sebuah cupcake dengan satu lilin di atasnya. Dia berjalan pelan dan hati-hati tanpa menimbulkan suara agar tidak di sadari laki-laki itu.
“Saengil chukhahamnida.. Saengil chukhahamnida.. Saranghaneun Kim Myungsoo.. Saengil chukhahamnida.. “ gadis itu mulai bernyanyi. Laki-laki yang ternyata Myungsoo itu menghentikan ayunannya dan menoleh ke arah gadis itu. Dia tersenyum sementara si gadis berdiri di sampingnya.
Mian sudah selarut ini baru ucapin selamat ulang tahun, tapi ini bagian dari rencanaku karena kita tadi jalan-jalan dulu. Ayo tiup lilinnya, jangan lupa buat permohonan,” pinta gadis itu. Myungsoo pun meniup lilin lalu cupcake itu diserahkan ke Myungsoo, “igeo(ini), aku buat sendiri lho.”
“Gomawo ______-ah~” ujar Myungsoo menerima cupcake sambil tersenyum ke gadis yang ternyata _______.
“Aah, satu lagi,” ______ mengambik sesuatu dari kantong celananya,”Ini hadiahmu.” _______ memberikan hadiahnya ke Myungsoo lalu duduk di ayunan sebelahnya.
“Ige mweoya? Gantungan ponsel?” tanya Myungsoo. _______ mengangguk.
“Kim.. Myung.. Soo,” gantungan ponsel itu dari flanel dan berupa tulisan 김명수 secara vertikal, “kau membuatnya sendiri?” lagi-lagi ______ hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Myungsoo yang kemudian menatap ke langit.
“Gomawo~” Myungsoo berterima kasih lagi tapi ______ hanya terdiam sambil menatap langit. Mereka berdua terdiam di tengah sepinya malam. Suara hewan malam dan gemerisik angin terdengar jelas. Sesekali suara klakson mobil dari kota terdengar.
“Myungsoo-ah~” tiba-tiba ______ mecah keheningan tapi tetap menatap langit.
“Eung?”
“Kapan ya kita bisa ngehabisin waktu bareng lagi?”
“Selama aku ada waktu luang, why not? Ya mungkin aku bakal sibuk habis debut promosi dan lain-lain. Tapi nggak mungkin selamanya sibuk kan? Aku pasti ngabarin deh kalau ada waktu.”
“Hajiman(tetapi)..” _______ menatap tanah sementara kakinya menggerakkan ayunan pelan maju mundur.
“Waeyo?” Myungsoo menatap ______ heran.
“Besok aku pindah..”
“Jadi pindah ke Busan?”
“Ani.. ke luar negeri. Appa ditugaskan ke luar negeri.”
Myungsoo P.O.V
“Ani.. ke luar negeri. Appa ditugaskan ke luar negeri.”
Mweoya? Ke luar negeri? Jadi aku nggak bisa ketemu dia lagi?! Aigoo~
“Aa… a.a.. jadi gitu,” jawabku setenang mungkin,”Eodi(Di mana)? Ilbon(Jepang)?”
“Ani.. Indonesia.”
Glek! Indonesia? Jauh, itu jauh banget.
“Berapa lama?”
“Molla~ 1 tahun? 2 tahun? 3 tahun? Aku kan hanya ikut Appa.”
“Eonje(kapan)?”
“Berangkat? Besok.”
“Besok ini?” tanyaku. _______ menjawab dengan anggukan. Aish aku tidak bisa mengantarnya ke bandara dan mengucapkan selamat tinggal.
“Gantungan ponsel itu,” ______ menunjuk gantungan ponsel yang kupegang, “sekaligus kenang-kenangan dariku. Jadi, awas ya jangan sampai hilang!” dia menatapku dengan tatapan setengah bercanda ‘kalau hilang kubunuh kau’. Aku hanya tersenyum melihatnya,”Ah dan jalan-jalan tadi juga hadiahku!”
“Kalau begitu boneka beruang yang tadi aku ambilkan untukmu, itu kenang-kenangan dariku. Okay?”
“Okay!” _______ mengacungkan ibu jarinya lalu menatap ke tanah lagi.
“Ya Han _______~”
“Wae?”
“Keep in touch okay?” aku menatapnya.
“Ya~ Tentu aja! We’re bestfriend, right? Lagi pula ada Kakao Talk. Kita tetep bisa ngobrol Kim Myungsoo-ssi~ Aigoo nggak usah seserius itu kayak kita nggak bakal ketemu lagi aja,” ______ tertawa melihat wajahku.
“Aa.. iya ya,” aku mengalihkan tatapanku ke tanah. Lalu aku teringat sesuatu,”ah iya. Mian, besok aku nggak bisa antar kamu ke bandara. Besok aku latihan dan shooting You’re My Oppa.”
“Gwaenchanha~” dia tersenyum. Itu mengingatkanku kemungkinan aku tidak akan bisa liat senyumnya lagi secara langsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Ah aku benci ini. Aku teringat rencanaku untuk menyatakan perasaan. Canceled. Aku mebatalkannya. Ya kalau dia juga menyukaiku dan nggak bakal muncul ‘awkward feeling’ dan nggak menghancurkan persahabatan kita. Aku tidak mau kita berpisah dan malah lost contact. Kalau dia masih di sini aku masih bisa bertemu dengannya. Kalau tidak? Tidak tidak, yang penting aku masih bisa ngobrol dengannya. Itu cukup.
Myungsoo P.O.V -end-
“Omo! Udah jam setengah 10!” _______ berdiri tiba-tiba dan membuyarkan lamunan Myungsoo.
“Ah? Eo? Jinjja?” Myungsoo menjawab setengah tergagap.
“Eung! Baiklah jibe gaja!” ______ membalikkan badan bersiap untuk kembali ketika tiba-tiba Myungsoo memeluknya dari belakang.
“Goodbye, see you soon, I will miss you,” ucap Myungsoo dengan lembut. _______ yang tadinya kaget pun akhirnya tersenyum.
“I will miss you too, Kim Myungsoo.”

============================================================

Gimana nasib Myungsoo sama “you”? Menurut kalian mereka bakal ketemu lagi? Maunya ada lanjutannya apa enggak?*emang ada yang baca? XD* Just wait and see! 😀
Thanks for read ya readers^^ 

Remember (Prolog)

Title : Remember (Prolog)
Cast :
• You as Ellen Watson (1994)
• Wooyoung 2PM as Clarence Chamberlain (1991)
• Nickhun 2PM as Kevin Watson (1990)
• Minhwan FT Island as Cho Minhwan (1992)
• IU as Lee Ji Eun (1994)

France, 1999
“Hei, aku nemu sesuatu!”, teriak seorang anak laki-laki.

“Apa?” seorang anak perempuan menghampirinya.

“Aku nemu dua gelang nih,” dia menunjukkan gelang itu kepada anak perempuan tadi.

“Waa, it’s really beautiful,” pujinya.

“Ellen!Ellen!Ayo berangkat!” teriak seorang wanita dari dalam rumah kepada anak perempuan yang ternyata bernama Ellen.

“Aku harus berangkat sekarang. Bagaimana ini? Aku takut di Korea nggak punya temen,” ucap Ellen dengan sedih.

“Jangan takut temenmu pasti banyak, kamu kan baik,” anak laki-laki tadi tersenyum.

“Terus kalo kita nggak bisa main bareng lagi gimana?”

“Pasti kita ketemu lagi deh. Kalo aku udah gede, aku bakal ke Korea terus kita main deh.”

“Beneran?”

“Bener.”

“Janji?” Ellen mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji,” anak laki-laki itu mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Ellen.

“Ellen!” sekali lagi nama Ellen dipanggil.

“Bentar Ma!” wanita itu ternyata adalah mamanya.

“Ellen, gelang ini kan kembar, yang satu buat kamu dan yang satunya lagi buat kamu. Kita harus selalu pakai gelang ini sampai gede,” anak laki-laki tadi memakaikan salah satu gelang temuannya ke pergelangan tangan Ellen. Ellen yang masih tidak mengerti hanya bisa menatap heran. Melihat ekspresi Ellen anak laki-laki itupun tersenyum dan berkata,

“Biar kita bisa tepatin janji kita. Kalo kita ketemu kan kita bisa inget. Iya ga?”

“Ooo, iya juga ya.. Emm, sekarang aku berangkat dulu ya. Jangan lupa ketemu sama aku kalo kita udah gede. Daaaah” Ellen melambaikan tangannya sambil berlari menuju mobil.

10 tahun kemudian…

Seorang cowok foreign yang tinggi dan tampan terlihat kebingungan mencari sesuatu di daerah Busan, Korea Selatan. Setelah berjalan agak lama, dia berhenti di depan sebuah gedung apartemen dan masuk ke sana. Dia memasuki salah satu ruang apartemen, menaruh barang-barangnya di sana dan segera keluar. Ternyata dia menuju ruang apartemen yang berada tepat di samping ruangnya. Dengan ragu dia mengetuk pitu apartemen itu. Tidak ada jawaban. Sekali lagi dia mengetuk, namun tidak ada jawaban. Mungkin dia mengetuk terlalu pelan. Saat dia akan mengetuk lagi tiba-tiba pintu terbuka. Di hadapannya berdiri seorang cewek yang sedikit lebih muda darinya. Cowok itu tersenyum sementara cewek yang membukakan pintu menatapnya dengan ekspresi bingung.

-PROLOG end-

Hah, akhirnya jadi juga prolog fanficku yang udah aku buat sejakberatus-ratus tahun yang lalubulan lalu. Padahl juga cuma dikit, jadinya lama amat ya-_-sampe wooyoung rambutnya putih semua.
Ah yang penting sekarang prolog fanfictionku udah selesai 😀
Penasaran sama lanjutannya?emang ada yang baca? tungguin aja Remember(ONESHOOT)! Oke? 😉

Makasih buat yang dah baca. Jeongmal gamsahamnida. 정말 감사합니다~ でもありがとう~
Don’t forget to leave your comments. Okay? 😀