[ENG SUB] Dream High 2 (FULL)

[ENG] Episode 1
[ENG] Episode 2
[ENG] Episode 3
[ENG] Episode 4
[ENG] Episode 5
[ENG] Episode 6
[ENG] Episode 7
[ENG] Episode 8
[ENG] Episode 9
[ENG] Episode 10
[ENG] Episode 11
[ENG] Episode 12
[ENG] Episode 13
[ENG] Episode 14
[ENG] Episode 15
[ENG] Episode 16

cr: kshownow, koreanindo

Whoever You Are Part 3

Part 1 | Part 2


Huaaaa ga terasa udah vakum 1 tahun lebih._. dan sekarang udah berfandom campur-campur.. –o- nulis WYA part 3 ini udah ngelewatin 2 periode(?). dari primadonna jadi hottest terus sekarang macem-macem mulai dari primadonna, hottest, A+, say A, dll. Lama banget ya.. mian ya lama vakum nya, kelas 9 kemaren kan aku UNAS. Aku juga ga ada ide buat lanjutan ceritanya. Nah sekarang lagi pengen lanjutin. Okay, check this out^^
><><><><><><><><>< 
(Tahun di majuin setahun, jadi tahun 2011 dan masih bulan Agustus)
CAST    :
·         Lee Hong Ki a.k.a Hong Ki FT Island
·         Song Seung Hyeon a.k.a Seung Hyeon FT Island
·         Choi Jong Hoon a.k.a Jong Hoon FT Island
·         Lee Jae Jin a.k.a Jae Jin FT Island
·         Choi Min Hwan a.k.a Min Hwan FT Island
·         Siti a.k.a TKW, new person in FT Island’s dorm
CAMEO:
·         Author a.k.a Han Hyo Ri, Min Hwan’s girlfriend
·         Lee Dong Hae a.k.a Hyo Ri’s brother (sebenernya anaknya sahabatnya papanya Hyo Ri  tapi dianggap kakak sama Hyo Ri saking deketnya mereka. Selain itu tiap papanya Hyo Ri ada tugas di luar kota atau luar negeri, papanya selalu nitipin Hyo Ri ke Dong Hae)
·         Sisanya cari sendiri yah. Tergantung imajinasi author sih  V._. pake nama asli kok 🙂
===========================================================================
Hongki P.o.V
“Daaa hyung!” Minhwan beserta Seunghyeon melambaikan tangan dengan semangat meninggalkan aku sendiri di depan rumah untuk berangkat ke sekolah bersama Wonbin.
“Aaaa, semua orang pergi. JONGHUN-AAAAH!” aku berlari ke dalam tapi tidak ada jawaban. Di dapur aku menemukan Siti sedang mencuci piring.
“Siti-ah, Jonghun di mana ya?”
“Ah , entahlah. Mandi mungkin?” jawab Siti tanpa menatapku dah tetap serius mencuci piring. Dan ITU membuatku geli. Kuperhatikan dia beberapa menit, dia tetap tidak menyadarinya. Aku pun tertawa geli.
“Ahaha, serius banget kamu cuci piring,” kataku sambil mendekatinya.
”Ah, hehe kamu masih di sini?”
“Yup,” aku pun mendekatinya, berniat membantu, “Hei, aku bantu ya.”
“Ah tidak perlu, ini kan mudah.”
“Ayolah, aku ingin bermain air,” rengekku sambil mencipratkan air ke wajahnya.
“Haha baiklah, kamu yang lap piring-piring ini ya.”
“Oke.”
Hongki P.o.V -end-
==================================================================
Author P.o.V
Di lantai bawah, terdengar suara Hongki dan Siti yang tertawa bersama sambil Hongki memancing Siti untuk bermain-main air. Dan yah akhirnya suasana pun krik-krik(baca: sepi) selama beberapa menit.
“Ehm, jadi.. kamu kuliah di mana waktu di negara asalmu?” Hongki membuka pembicaraan dengan canggung walaupun tadi sudah bercanda dengan Siti.
“Ah, aku tidak kuliah. Aku hanya sekolah sampai SMA, ehehe.”
“Oo? Really? Wae?” tanya Hongki dengan gaya bicara sok Inggrisnya yang khas.
“Umm, aku nggak punya biaya buat bayar uang kuliah,” jawab Siti dengan agak pelan dan nada yang agak sedih.
“Ah maaf..” Hongki memasang wajah sedih, tapi lalu dia mendongak dengan ekspresi bahagia kayak habis dapet hidayah(?), “Siti-ah! Gimana kalo kamu kuliah di Korea?!”
“Ne? Ah itu tidak mungkin. Di Indonesia aja udah susah gimana mau di Korea, oppa ada-ada aja deh, hahaha,” Siti tertawa ringan. Tetapi ada nada pengharapan di kata-katanya tadi.
“Aku serius Siti! Aku bakal kasih kamu semacam beasiswa gitu lah. Itung itung bonus buat kamu. Kalo kamu setuju aku bakal omongin ini ke manajerku sama member lain,” kata-katanya sangat serius sampai membuat Siti bergidik.
“Eh? Jeongmalyo?”
“Yeah, of course my dear,” Hongki tersenyum manis.
Author P.o.V -end-
==========================================================================
Jonghun P.o.V
“Ah benar-benar menyegarkan!” Aku keluar dari kamar mandi kayak iklan shampo-sabun cair dan efek asap-asap ngepul dari kamar mandi.*ini habis mandi apa mbakar sampah sambil hujan-hujanan sih-___-“*
“Ah, kenapa sepi sekali, Minhwan sama Seunghyeon pasti udah berangkat. Tapi.. kenpa berasa sepinya lebay ya.”
Aku segera berpakaian dan keluar. Maklum kamarku lantai atas jadi lebih terasa sepi dari lantai bawah. Begitu sampai di tangga bawah Jonghun mendengar suara gemericik air. Awalnya aku mengira itu suara dari kamar mandi Minhwan dan Seunghyeon. Suara bisikan-bisikan pelan pun mulai terdengar sampai aku merinding. Tetapi begitu sampai di depan dapur suara itu terdengar semakin jelas. Dan ternyata itu suara Siti dan Hongki yang sedang mencuci piring sambil mengobrol. Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi itu terdengar serius sekali. Namun tiba-tiba suara pembicaraan mereka berubah serius dan semakin pelan. Setelah kudengar Hongki mengatakan “Yeah, of course my dear,” piring yang dipegangnya jatuh ke bak cuci piring. Reflek aku menghampiri mereka.
“YA WAE?” Aku menangkap Siti yang hampir saja jatuh tepat dipinggang kanannya. Dan aku merasakan sesuatu yang hangat dan mengalir pelan di sana.
“Hongki apa..” Dan otakku pun mulai merasakan kejanggalan. DARAH, itulah yang kupegang.
“Hong.. Hongki.. Apa kamu..”
JLEB! Aku mulai merasakan pedih di perut kananku. Sesuatu yang hangat keluar dari sana. Lagi-lagi DARAH. Aku pun mengadah dan dengan pandangan yang mulai pudar aku melihat wajah Hongki tersenyum licik. Benar-benar bukan seperti Hongki yang selama ini kulihat.
“Hongki-ah, apa yang kau..” aku tidak kuat lagi untuk mengatakan apapun. Aku terjatuh bersama Siti. Perlahan tapi pasti mataku tertutup dan kata terakhir yang kudengar hanyalah, “Selamat tinggak hyung, aku dan yang lain pasti akan menyusulmu dan Siti.” Lalu…
“DEG”, kubuka mataku. Kudapati jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya dan aku tidur terlentang di atas tempat tidur dengan masih menggunakan boxer dan bertelanjang dada.
“Ugh, apa aku bermimpi?” Segera aku bepakaian dan turun. Kudapati alur yang berlangsung saat ini adalah alur yang sama dengan mimpiku. Bulu kudukku mulai berdiri. Sekilas perasaan ingin kabur mengahampiriku. Tetapi tersingkirkan oleh perasaan penasaran tentang apa yang akan terjadi di dapur. SEMUANYA sama seperti apa yang ada dimimpiku barusan. Aku mulai khawatir apa yang akan terjadi nanti sampai nada bicara mereka mulai serius dan Hongki mengatakan “Yes, of course”. Piring yang dipegang Siti terjatuh ke bak piring dan reflek aku berteriak.
“ANDWEEEEEEE!” Siti hampir membungkuk 90o saat aku berteriak. Dengan serentak mereka menoleh ke arahku. Aku hanya bisa melongo menahan mau melihatnya.
“YA HYUNG WAE?! Ada yang salah kah dengan otakmu sampai kau teriak ‘andwe’ dengan tiba-tiba. Kau tahu? Mungkin beberapa menit lagi tetangga akan datang ke sini untuk protes!” seru Hongki sementara Siti melanjutkan cuci piring.
“Hei! Nggak usah lebay gitu juga kalik! Aku teriak bukan tanpa alasan! Ah tapi untung saja tidak terjadi apa-apa, kalian membuatku ketakutan setengah mati! Terutama kau Hongki.”
“Ketakutan setengah mati? Memang apa yang kami lakukan? Kami hanya mencuci piring bersama. Dan yang kulakukan, tentu hanya membantunya. Oke, aku mengerjai dia sedikit sambil bermain air. Tapi apa yang akan ku kulakukan padanya? Membunuhnya?! Huh!” Hongki kembali melanjutkan mengelap piring.
“Uh, ya mungkin? Itu memang yang kukhawatirkan..” Hongki mengehentikan aktivitasnya dan berjalan ke arahku. Dia berhenti di depanku, mengamatiku beberapa detik dan memegang dahi ku dengan tangannya.
“Umm, tidak panas. Apa kau merasa sakit?”
“YA! Aku baik-baik saja! Aku hanya bermimpi mengenai itu! Dan apa yang terjadi selama beberapa menit tadi sama seperti dimimpiku. Tidak ada salahnya kan aku khawatir!” kulepas tangannya dari dahiku.
“Pp.. pp. PPUAHAHAHAHAHA! BABO! JONGHUN BABO! Kenapa kau percaya saja mimpi seperti itu! BUAHAHAHAHAHA! Ah perutku, HAHAHAHAHA” Hongki tertawa sampai memegang perutnya.
“YA! DIAM!” panas, itu yang kurasakan, sepertinya mukaku memerah.
“GLODAK!” terdengar suara keras dari bawah kami. Hongki berhenti tertawa.
“Hei, suara apa itu?” tanya Siti yang baru saja selesai mencuci piring terakhir.
“Entahlah..” Jawabku was-was.
“Hyung, apakah itu.. Suara itu sepertinya dari..”
“Lantai bawah tanah,” kataku dan Hongki serempak dengan nada yang sama-sama was-was.
Jonghun P.o.V -end-
===========================================================================
Ada apa dengan lantai bawah tanah? Kenapa Jonghun dan Hongki was-was saat menyadari suara itu dari lantai bawah tanah? Tunggu kisah selanjutnya ya…
YEAH! Akhirnya selesau juga yang part 3! Kalian tahu? Selesainya ini dalam sehari lho XD waktu lagi iseng nglanjutin, wkwkwk. Oke! Tunggu ya part selanjutnya 😀 ini tadinya mau rada romance gitu tapi malah jadi horror thriller misteri deh kayaknya. Pokoknya tunggu aja kelanjutannya, keep waiting. Sekian and 감사합니다^^
@Dday110

Anu = 0

Oke sambil nungguin dowload-an yang dari tadi belum kelar-kelar, aku mau posting! 😀 *standing applause* 

Seperti judulnya, aku bakal bahas tentang “Anu”. Anu disini nggak berarti apa-apa. Tanpa arti, tanpa konotasi, entah postif ataupun negatif. Jadi netral atau sama dengan 0 #sokmatematika 

Oke, I’ll start!
Jadi kemarin pada hari S jam XX.YY , aku lagi ol FB. Terus kayak biasa menggeje di chat grup kelasku soalnya aku bosen. Terus di bales sama temenku si A, dan dia bales apaaa gitu pokoknya terus dia bilang “piye anunya?”. Dan mulai dari situlah jadi ngomongin anu. Ada 1 orang lagi si B yang tanya-tanya tentang ada apa dengan anunya. Pokoknya ngomongin anu sampai kesannya ambigu to the max, mana nyebut-nyebut namaku lagi =..= Padahal sebenernya anu yang dimaksud itu nggak ada artinya, maksudnya dia cuma gawe-gawe gitu lah. Bukan berarti itu pensil, bolpen, dll.
Nah,  kemaren temenku si R buka chat dan baca chat tentang anu tadi. Eh dia jadi ketagihan anu, ngomongin anu terus tu lho sampe tiba-tiba mention “@Dday110 Nganu des nganu” -_______- dia jadi demam anu =o=
Pas sore atau malem akhirnya aku sama dia chat bertemakan anu dengan anu = balon. Terus chat bertiga sama temenku si G dengan anu = pensil. Pokoknya kemaren dia nganu-nganu terus –O–

Oke, udah cukup anunya. Daaaaaaa.


  

A not important story

Halo.. ee *kikuk*
bingung mau nulis apaan, tapi aku pengen nulis._.

Oke, ini deh. aku libur 4 hari! hari ini sampe besok minggu soalnya kelas 12 nya TPM dimana TPM tu harus kayak UNAS. mana sebenernya minggu ini tu full MIDTERM test. Tapi gara-gara libur tadi ujiannya diuntur besok senin. Anak kelasku pada rencana mau nonton di MB besok Sabtu. Dan aku pengen ikut TAT tapi nggak meyakinkan, kemungkinan aku bakal nggak ikut-____- Walaupun gitu aku masih berharap ibuku berbaik hati ngebolehin jadi ibuku pake motor yang supra biar aku bisa nonton pake vario :3 doakan ya temaaaaan =o=

Sekarang aku lagi… nunggu downloadan kelar! *njuk ngopo des?*
Aku pengen lanjutin FF, aaaa tapi tapi tapi tapi.. nggak ada inspirasi. oke, what should I do?
barusan di suruh follow blog nya rahma.. #rapenting . And now it’s done! Eh aku lapeer._. #DuniaHarusTahu

Aku mau cerita.. Itu lho anu. tentang anu.. (?)
Tadinya aku mau cerita tentang anu, tapi cerita tentang anu nya di postingan baru aja ya 😀 ntar aku kasih deh link nya :d
Sekarang mau cerita tentang lagu aja. Oke, let me tell~
Gara-gara pelajaran musik materinya gitar dan disuruh bawa gitar. Dulu kalo pada bawa sukanya ditinggal di kelas. Dan akhirnya keterusan pada ninggal gitar di kelas, walaupun sekarang tinggal ada 1 gitar di kelas. Tapi dengan 1 gitar itu, tiap waktu luang PASTI ada suara gitar di kelasku. Mau pagi, siang, sore, sebelum PM, sesudah PM, istirahat pertama, istirahat kedua, pas pulang, pokoknya kalo ada orang yang bisa main gitar pasti ada aja yang main gitar. Maini lagu ini itu sampe apal tu lho dan jadi lagu yang disukai anak kelasku.Lagu yang lagi disukain tu Utopia- Antara Ada dan Tiada, Secondhand Serenade – Stranger, terus apa lagi ya? The Shownya Lenka, Potret – Bagaikan Langit. Coklat yang karma masuk nggak ya? Dll lah pokoknya. Dan diantara lagu-lagu tadi menurut pengamatanku yang lagi sering di genjreng2(?) sambil trus nyat pada ngikut nyanyi tu Utopia – Antara Ada dan Tiada sama Secondhand Serenade – Stranger. Dan aku jadi suka lagu itu=o= sama da 1 lagi tapi lupa lagunya apa judulnya._.


Oke, sekian *eh
dzt is going to post Anu = 0 :p